Slowmotion
SLOW MOTION, yukkuri kawatte yuku~
Yep, mantap sekali kan? Dan ide dari lagunya yang sederhana, cuma seorang gadis yang sedang demam dan kepikiran beberapa hal bodoh. Ia mempertanyakan banyak hal dan di antaranya ada yang break the 4th wall.
Slow motion, segalanya berubah secara perlahan~
Sebuah penggalan lagu yang sedang aku gandrungi selama 2 bulan ini. Lagu yang sama sekali enggak ada bau edgy baik rupa MV, nada, ataupun liriknya. Tapi, liriknya itu....
Oke, sudah hampir 4 bulan aku ada di ibu kota provinsi macam anak kucing hilang. Bukan merantau, bukan kabur, dan juga bukan berniat jalan-jalan. Nafsu sekali aku menyebutnya hibernasi, tapi kenyataannya aku jarang sekali tidur dengan total di atas 5 jam. Aku akan menyebutnya 'mencari kunci' agar setidaknya kelihatan lebih keren. Ya, kan?
Analogikan saja aku sedang mencari paket yang nyasar oleh kurir J**, dengan catatan aku tidak tahu menahu apa isi dalam paket tersebut. Dan aku dengan harapan yang setipis kertas fotokopian pergi ke ibu kota provinsi mengharap paket spesialku ditemukan di sini. Aku tidak tahu itu dimana, bagaimana cara mencarinya, dan lain-lain. Walau begitu aku berusaha memantapkan diri untuk jangan pernah berhenti mencari dengan apapun yang terjadi.
Jangan berhenti. Tidak boleh berhenti. Tidak bisa berhenti.
Oke.
Slowmotion. Lagu ciptaan Pinocchio-P yang terkenal doyan bikin lagu deep. Idol sejuta umat Hatsune Miku juga kelihatan bersemangat sekali waktu menyanyikan lagu ini. Miku dengan rambut biru khas dan suara imutnya (dan Pinocchio-P jago untuk membuatnya tidak terdengar seperti tikus kejepit) sukses menggaet hati serta telingaku waktu pertama kali mendengarnya. Asli enak parah buat dijadikan senandung waktu mandi, sebelum tanganku menekan tombol subtitle. The lyrics hit like a damn truck.
Yep, mantap sekali kan? Dan ide dari lagunya yang sederhana, cuma seorang gadis yang sedang demam dan kepikiran beberapa hal bodoh. Ia mempertanyakan banyak hal dan di antaranya ada yang break the 4th wall.
Dalam pencarian kunci milikku ini tidak dipungkiri aku kepikiran satu dua hal. Bagaimana kalau pencarianku ini sia-sia? Apa yang akan terjadi besok? Apa aku membuat pilihan yang benar? Dan sederet pertanyaan lainnya yang selama ini hanya berputar 24/7 dalam otakku.
Slowmotion, perlahan-lahan. Bukan sesuatu yang instan apalagi sesuatu yang secara tiba-tiba jatuh dari langit. Aku sadar betul akan sebuah konsep dimana pun kita berada pasti akan bertemu masalah. Bahkan di tempat ini yang aku pikir bisa mendapatkan sebuah ketenangan batin, ternyata diriku justru terlibat masalah lain yang sama rumitnya. Mungkin yang aku perlukan saat ini adalah kesadaran akan sebuah proses yang perlahan-lahan.
Perlahan menemukan jati diri.
Perlahan memecahkan sebuah masalah.
Perlahan menemukan apa yang sebenarnya diriku inginkan.
Atau yang agak ekstrim, perlahan mati.
Bahkan sebuah kalimat 'kau akan baik-baik saja' mendapatkan ekor sebuah kata 'mungkin'. Kenyataan bahwa kita tidak tahu apa yang terjadi besok dan akan jadi apa diri kita besok sebenarnya lumayan mendebarkan.
Itulah hidup. No pain, no gain.
Oh, tapi sungguh jangan berhenti mengejar mimpimu oke? Mimpi itu mirip akar di tubuhmu, saat ini mungkin kamu bisa memendamnya dan melakukan hal yang berbelok 180° dari mimpi itu. Tapi, suatu hari nanti mimpi itu akan muncul lagi membuat dirimu menyesal karena tidak memperjuangkannya.
Cukup sampai di sini tulisan pertamaku. Sejak 2015 aku bergabung dan baru 2022 aku mempublikasikannya. Ahaha, aneh sekali diriku ini.
Komentar
Posting Komentar